Original From : http://m-wali.blogspot.com/2011/12/membuat-teks-berjalan-di-menu-bar.html#ixzz1he5ly1mf Just Abstract Notes: Indonesia DULU, Indonesia sekarang

Sabtu, 17 Desember 2011

Indonesia DULU, Indonesia sekarang


Maaf sebelumnya. Saya tidak bermaksud menyinggung atau membanding-bandingkan negara kita dengan negara tetangga.
                Malu rasanya mendengar dan melihat ada artis Indonesia yang dicekal di negara tetangga karena busananya yang ‘seksi’. Padahal, Ia bebas-bebas saja berkeliaran dengan pakaian itu di dalam negara kita(kecuali dalam beberapa kota tertentu). Mungkin inilah salah satu penyebab negara kita tak maju-maju. Kita tak menghancurkan virus-virus yang berkeliaran di negara kita. Justru ‘memeliharanya’. Termasuk para pemimpin busuk yang hanya bisa mengumbar janji-janji palsu untuk rakyat dan bangsanya.
                Dulu, negara tetangga datang menuntut ilmu kepada kita, di negara kita. Tapi itu DULU… di Indonesia yang DULU. Sekarang, justru kitalah yang datang kepada mereka. Tidak hanya untuk menuntut ilmu, tetapi juga untuk menjadi ‘pembantu’ mereka. Yang terkadang diremehkan, diintimidasi, bahkan diperbudak. Lucu rasanya melihat ‘murid’ kita dulu sudah menjadi lebih maju daripada kita.
                Bagaimana tidak? Di saat remaja mereka sedang sibuk mencari tempat les untuk menambah ilmu demi masa depan mereka dan bangsa mereka, remaja kita justru sedang berkeliaran mencari tempat baru untuk temapat gaul atau ‘nongkrong’. Takut dikatakan ‘kuper/cupu’ oleh teman-teman mereka. Di saat remaja mereka sedang sibuk membantu orang tua mereka untuk meringtankan beban keluarga mereka, remaja kita justru sedang merengek meminta dibelikan merk Hp terbaru kepada orang tuanya, memaksa, menuntut, dan mendesak. Di saat remaja mereka sedang sibuk belajar di rumah, remaja kita justru ‘sibuk’ pacaran di tempat tidak jelas/bermain game di rumah.
                Lucunya lagi, tidak hanya remaja kita yang kalah jauh dari remaja mereka. Orang tuanya pun ikut-ikutan kalah dengan orang-orang tua di negara tetangga. Di saat orang tua di sana membimbing anak-anak mereka dengan iman dan taqwa, orang-orang tua di negara kita justru mencekoki makanan dan uang haram hasil korupsi kepada anak-anak mereka bahkan sejak masih dalam kandungan. Hasilnya? Anak itu tumbuh dewasa, menjadi ‘gaul’, namun hanya bisa memaksa, menuntut, dan mendesak orang tuanya. Orang tuanya pun sibuk dengan uang haram hasil dari korupsi mereka yang mereka rampas dari rakyat-rakyat Indonesia dan menelantrarkan anak mereka. Anak-anaknya menjadi kurang kasih sayang, kurang iman, dan akhirnya? Terlibat pergaulan bebas dan narkoba. Mati muda karena overdosis, atau hamil muda. Hancurlah generasi muda kita.
                Bagaimana bisa kita mengejar ‘murid’ kita jika Indonesia terus-menerus seperti ini? Dipimpin oleh orang-orang busuk yang hanya bisa membodoh-bodohi bangsa mereka sendiri. Menguras bangsa mereka untuk kepentingan pribadi. Menimbun harta benda demi kesenangan pribadi. Memprihatinkan.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates